Sesekali Mentraktir Teman

Aku pernah mendengar nasihat berbunyi, traktirlah teman-temanmu agar bahagia hidupmu. Awalnya aku skeptis soal itu, tetapi lama kelamaan, aku jadi paham mengapa ajaran itu ada. Kita sering banget ketemu sama momen-momen pas kita lagi ditraktir temen. Misal waktu ulang tahun, acara kumpul bareng, sampai pas temen kita syukuran atas sesuatu. Sebenernya, mengapa mentraktir teman perlu untuk dilakukan sesekali, terutama di luar momen-momen spesial?

Pada dasarnya, ketika kita mentraktir seseorang, kita sedang memberikan kesan baik, rasa kebersamaan, sekaligus bahasa kasih kepada orang tersebut. Selain itu, dalam ajaran Islam, kegiatan mentraktir memiliki nilai sedekah dan amal jariyah bila dilakukan dengan tulus ikhlas karena Allah. 

Namun, ada beberapa catatan penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan mentraktir ini. Traktir hendaklah tidak ditujukan untuk mengambil keuntungan dari orang tersebut di masa depan. Misal, kita mentraktir seseorang tersebut dengan harapan ia akan membantu kita pada masa depan. Itu mah namanya pamrih alias transaksional banget. Jadi, lebih baik kita mentraktir dengan niat menjalin kehangatan sembari mengharap ridho Allah. 

Lalu, yang tak kalah penting ialah jangan sampai kita memaksakan diri secara finansial untuk mentraktir teman kita. Lagi nggak punya uang, malah maksain diri untuk mentraktir teman. Kurang bijaksana rasanya.

Oleh sebab itu, sebaiknya kita sesekali mentraktir teman dengan tujuan membangun persaudaraan. Bukan soal nominalnya, tetapi bagaimana kita memanusiakan sesama dan saling mengasihi satu sama lain.

Photo by Nicole Michalou : https://www.pexels.com/photo/top-view-of-a-family-praying-before-christmas-dinner-5779170/

Posting Komentar