Bahagia tiap Orang Beda-Beda

Beberapa waktu lalu, saya menyaksikan sekelompok anak kecil memegang ponselnya di pinggir jalan. Rupanya, mereka menanti "basuri" atau "telolet" untuk direkam. Ya, basuri/telolet ini semacam klakson bus yang nada-nadanya telah mengalami modifikasi. Dari nada tersebut, terbentuk kegembiraan serta keriangan di raut wajah mereka. Mungkin bagi mereka yang awam, hal tersebut merupakan aktivitas yang tampak sia-sia alias tidak jelas motivasi dan keuntungannya. Untuk apa melakukan aktivitas kurang kerjaan alias merekam suara klakson bus, begitulah kira-kira.

Namun, satu hal yang perlu diketahui bahwa kebahagiaan setiap orang itu berbeda-beda satu sama lain. Hal-hal yang kita anggap sepele, boleh jadi sangat bermakna dan menimbulkan efek bahagia kepada orang lain. Kalau memang cara mereka berbahagia adalah demikian, ya sudah memang begitulah metode mereka. 

So, semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama bahwa setiap orang itu unik. Mereka dibesarkan dari lingkungan dan budaya yang berbeda-beda. Bahkan dari mereka yang berakar sama pula, masih berpotensi terdapat sejumlah perbedaan. Setiap orang berhak bahagia dan punya cara untuk membahagiakan dirinya dengan cara-cara yang mungkin tampak tak masuk akal bagi orang di luar dirinya. Semoga kita tidak lagi menghakimi cara bahagia orang lain, ya!

Photo by Wender Junior Souza Vieira: https://www.pexels.com/photo/man-wearing-headphones-leaning-on-a-post-6122260/

Posting Komentar