Tinggal satu buku lagi. Tinggal satu bab lagi. Tinggal satu lembar lagi. Tinggal satu halaman lagi. Tinggal sedikit lagi. Terkadang, memandang progress menjadi potongan-potongan kecil dapat menghadirkan rasa optimisme dalam benak kita. Sedikit lagi akan selesai, kok! Itulah mengapa untuk memberikan sensasi rasa ringan, kita mencicil atau membagi tugas besar ke dalam langkah-langkah kecil.
Penggambaran lebih jelas lainnya yang terlintas di pikiran saya adalah ketika mengunduh suatu berkas yang super duper besar hingga bergiga-giga. Untuk meringankan dan mengantisipasi unduhan gagal, berkas tersebut biasanya dibagi menjadi bagian-bagian kecil. Begitu pula ketika progress bar download sudah mendekati angka 100%. Perasaan senang sudah siap menghinggapi hati--yah, kecuali kalau gagal di 99%, wkwkwk. Lain cerita kalau itu, perlu kelapangan hati untuk menerimanya.
Satu konsep yang bisa kita terapkan bersama-sama adalah cobalah selalu memecah tugas besar menjadi langkah kecil. Lalu, gunakan garis finis tersebut sebagai bentuk pencapaian diri. Dengan begitu, beban besar seabrek tidak terlalu bercokol di pikiran. Misal, hari ini target menulis tugas akhir 3 paragraf saja. Katakanlah, kita sudah menulis 2 paragraf. Tinggal 1 paragraf lagi. C'mon, 1 paragraf lagi itu tinggal sedikit lagi dan seharusnya itu bukanlah hal yang sulit. Nanggung banget deh, kayak makanan disisain satu di piring. Nah, di situlah harapan mengemuka. Kita yakin dengan bertahan sebanyak, entah 5 menit lagi atau beberapa waktu lagi, kita telah memanggil harapan untuk menyemangati kita. Eits, jangan sepelekan harapan lho! Selama orang masih punya harapan, dia masih punya api untuk terus hidup. Jadi, bertahanlah, sedikit lagi.
Kadang hidup tak seindah cita-cita, tapi cita-citalah yang membuat hidup. (Dedy Vansophi dalam buku Rumah Tepi Kali)
Photo by Engin Akyurt: https://www.pexels.com/photo/green-leafed-plant-on-sand-1438404/



Posting Komentar