Coba, apa olahraga paling populer dan seru di kalangan lelaki pada masa sekolah? Sudah pasti jawabannya adalah sepak bola. Olahraga satu ini begitu populer lantaran kesederhanaanya, baik dari segi peralatan dan aturan mainnya. Sepak bola hanya membutuhkan beberapa orang, bola, dan gawang. Bahkan, sering kali bola digantikan oleh botol plastik atau tiang gawang disubstitusi oleh sandal. Bandingkan dengan bulu tangkis yang membutuhkan alat berupa raket dan kok. Tempatnya pun bisa di mana saja, seperti di dalam kelas (tidak untuk ditiru), lapangan luas, hingga jalanan. Lalu, bagaimana aturan main sepak bola? Sesimpel: oper-tendang-cetak gol. Saya jadi terbawa nostalgia aturan bermain bola pada masa kecil, yakni tidak ada offside, pelanggaran terjadi bila betul-betul serius, absennya kartu kuning dan merah, serta peluit berakhirnya pertandingan ditandai oleh suara azan Maghrib. Selain itu, sepak bola juga tidak begitu mensyaratkan kemampuan khusus. Asal bisa menendang bola atau menangkap bola ketika berposisi sebagai kiper, sudah memenuhi syarat untuk bermain. Sepak bola juga menjadi seru karena dilakukan dalam tim untuk mengejar selebrasi usai menjebol gawang lawan.
Sepak bola dengan kedekatan dan kesederhanaanya ikut menumbuhkan geliat budaya fans. Tak sedikit pencinta sepak bola yang tergabung dalam grup suporter klub tertentu, bahkan begitu aktif menonton secara langsung di stadion. Belum lagi tumbuhnya media-media yang mengkreditkan diri sebagai media bola tepercaya. Mereka punya andil besar dalam melepaskan dahaga atas kebutuhan informasi para fans sepak bola. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa fenomena sepak bola begitu punya nilai berita sehingga layak untuk diliput. Lalu, tak lengkap rasanya bila penulis tak menyebutkan kompetisi sepak bola terakbar empat tahunan di muka bumi ini. Piala Dunia. Euforia gelaran bergengsi tersebut makin teramplifikasi lantaran adanya semangat nasionalisme untuk membela negara kelahiran masing-masing.
That's why, sepak bola bisa dikatakan sebagai bahasa universal. Semalam Indonesia menang, kemarin Emyu kalah, atau nanti malam Cristiano Ronaldo main adalah frasa-frasa yang sulit gagal untuk menjadi pemantik komunikasi antara dua orang asing. Tempat cukur atau ruang tunggu dapat menjadi lebih hidup lantaran dimulai oleh sebuah basa-basi bertajuk "sepak bola".
Photo by Pixabay: https://www.pexels.com/photo/three-men-playing-soccer-274422/



Posting Komentar