Marcus Arelius dalam bukunya berjudul Meditations menulis bahwa dokter meresepkan hal-hal tak nyaman untuk membantu pasiennya sembuh. Sama halnya dengan alam yang meresepkan kejadian hal-hal yang dianggap buruk untuk membantu tercapainya takdir manusia.
Saya sungguh terhenyak membaca perkataan Aurelius tersebut. Ada benarnya juga. Sewaktu sakit parah misalnya, saya diharuskan untuk menjalankan rawat inap, bosan tidak bisa pergi ke mana-mana karena terhalang infus, serta harus disiplin menenggak obat-obatan. Itu semua merupakan hal yang tak nyaman, pastinya. Tapi, saya lebih baik menjalankan nasihat dokter tersebut daripada harus berhadapan dengan penyakit yang lebih menyiksa. Pilihan tak nyaman terkadang mampu membawa kita ke kehidupan yang lebih baik. Hard choice, easy life. Begitu juga dengan kehidupan, bukan satu dua kali saya mengeluh tentang beratnya kehidupan. Mimpi tak kunjung tercapai atau usaha yang tak pernah membuahkan hasil. Akhirnya, melalui perkataan Aurelius tadi, saya bisa mengambil hikmah bahwa hal-hal yang dianggap sebagai masalah atau kemalangan dalam hidup hendaknya dipandang lewat kacamata berbeda. Mereka adalah sekumpulan resep dari Allah dalam rangka menguji manusia sesuai kemampuan mereka masing-masing. Ujian itu nantinya akan membawa kita kepada takdir yang sudah digariskan oleh Allah untuk kita. Insya Allah, itu semua sudah merupakan takdir yang terbaik untuk kita dari Allah.
Photo by Alexandros Chatzidimos: https://www.pexels.com/photo/prescriptions-sign-on-a-drug-store-front-3652750/



Posting Komentar