Mengangkat Motor di Tengah Banjir

Tadi siang hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Jadi teringat peristiwa satu tahun silam. Waktu itu, hujan turun sangat deras, bahkan butiran airnya terasa menghujam tajam. Sesekali kilat menyala diikuti bunyi gemuruh. Jalanan saat itu betul-betul sepi, banyak pengendara motor menepi karena mereka merasa tak memungkinkan lagi untuk melanjutkan perjalanan. Pasalnya, air menggenang cukup tinggi. Terlalu berisiko untuk kehidupan mesin. Apalagi, jarak pandang kala itu sungguh mengkhawatirkan.

Akan tetapi, saat itu aku hanya ingin pulang. Kuterobos saja genangan air yang berkembang biak menjadi banjir. Kubidik sejauh mungkin penglihatan yang terhalang cuaca buruk. Hingga akhirnya, aku tiba di jalur lambat. Bersama beberapa motor membelah banjir.

Sayangnya, ketinggian air di jalur lambat sudah nyaris mencapai batas toleransi motor. Air mulai masuk ke knalpot, membuat pengendara motor di depanku berguguran dan menyerah dengan keadaan. Satu per satu motor terhenti. Begitu juga aku.

Walhasil, kami pun saling membantu untuk mengangkat motor dari jalur lambat menuju jalur cepat yang airnya lebih surut. Saat proses pemindahan itu, ada motor yang jatuh hingga hanyut terbawa arus lantaran derasnya air kala itu. Beruntung, motor itu dapat ditangkap dengan cekatan.

Endingnya, kami saling mengucapkan terima kasih dan memberikan sedikit komentar terhadap peristiwa banjir tersebut. Lalu, kami pun berpisah guna melanjutkan perjalanan masing-masing.

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc2421

Postingan ini merupakan salah satu tulisan saya ketika berpartisipasi dalam tantangan 30 Hari Bercerita di Instagram pada bulan Januari 2024 lalu.

Posting Komentar