Imajinasi

Kata favorit saya adalah “imajinasi”. Cerita dalam novel atau film, sebelum akhirnya dapat dinikmati khalayak ramai, berangkat dari khayalan yang menyambar-nyambar dalam benak penulis. What if? “Bagaimana jika …” Begitu juga dengan penciptaan hal-hal spektakuler di dunia. Sebagian besar diinisiasi lewat ide dari penggagasnya. “Bayangkan, jarak berkilo-kilometer dapat ditempuh dengan cepat.” Lewat serangkaian perjalanan panjang, uji coba tiada henti, ditemukan lah sejumlah kendaraan cepat yang sanggup memangkas waktu tempuh manusia.

Walaupun “imajinasi” terlihat indah karena menunggang visi masa depan dengan segala kemungkinan eloknya, imajinasi akan tetap bertahan fiksi bila terus mendekam di kepala. Dosen matkul Pancasila saya pernah berkata, bahwa lebih baik jadi sampah di tong sampah daripada jadi sampah di pikiran. Jadi? Eksekusi juga memiliki signifikansi untuk menyeret imajinasi keluar dari peraduannya — otak.

Terlepas dari itu, let’s appreciate kepada orang-orang yang telah membuka pikiran dengan berani berimajinasi tentang hal-hal baik pada masa depan.

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc24kata #30hbc2417

Postingan ini merupakan salah satu tulisan saya ketika berpartisipasi dalam tantangan 30 Hari Bercerita di Instagram pada bulan Januari 2024 lalu.

Posting Komentar