Tentang Tujuan

Tadi siang, khatib pas Jum’atan sedikit menyinggung perihal resolusi di awal tahun. Ini bikin aku keinget soal materi Zenius Learning yang baru kusaksikan semalam sebelumnya, terutama di bagian “Goals and Motivation”. Ini dia hasil ringkasanku dari insight-insight yang disampaikan oleh Sabda PS, selaku salah satu pendiri Zenius:

WHAT – Apa sih, tujuannya? Alangkah baiknya, tujuan tuh ditentukan secara spesifik, bahkan sampai ditulis secara detail gitu. Karena tujuannya nggak ngawang-ngawang, ibaratnya otak tuh jadi punya sasaran tembak. Ada titik A yang harus dituju. Karena otak udah tahu ada target yang diincar, efeknya adalah kita jadi peka terhadap pelbagai jalan atau kesempatan yang memungkinkan kita untuk mencapai tujuan tersebut. Inilah yang biasa disebut sebagai “law of attraction”.

Selanjutnya, mencari “the reason” supaya energi untuk mencapai tujuan nggak gampang habis.

WHY – Kenapa mau mencapai tujuan? Alasan-alasan untuk ngeraih tujuan tuh bisa macem-macem. Kalau bisa yang emosional alias bikin menggetarkan hati. Ada alasan yang didasarkan pada rasa takut (fear), misalnya takut kalau tujuannya nggak tercapai akan berimbas buruk bagi kehidupan. Bisa juga sebaliknya, kayak membayangkan hal-hal indah apa yang akan didapat jika tujuan tersebut tercapai. Ada pula alasan love/hate, semisal ingin mencapai tujuan karena rasa cinta terhadap orang tua atau bisa juga karena membenci suatu kondisi. Terus bisa juga, alasan atas dasar sosial dalam rangka untuk membantu orang lain. Ini buatku cukup menarik, sih. Kalau dipikir-dipikir, untuk apa berdiri sendiri di puncak gunung tertinggi dunia, tapi kesepian dan kedinginan? Kayaknya lebih enak bareng-bareng, bisa saling bantu dan jaga. Toh manfaatnya juga balik lagi ke diri sendiri, bahkan rasanya juga nggak terlalu mengurangi kenikmatan akan keindahan alam yang ada.

“The journey of a thousand miles begin with one step.” (Lao Tzu, filsuf Tiongkok pencetus Taoisme)

@30haribercerita #30haribercerita #30hbc2405

Postingan ini merupakan salah satu tulisan saya ketika berpartisipasi dalam tantangan 30 Hari Bercerita di Instagram pada bulan Januari 2024 lalu.

Posting Komentar