Restoran Ayam

Ferdian adalah seorang pencinta makanan, terutama makanan khas Nusantara yang kaya akan bumbu rempah-rempah. Sewaktu kecil, ia bukanlah anak yang sulit makan. Ditambah lagi ibunya yang jago memasak membuat Ferdian makan semakin lahap. Tak heran, badannya pun amat berisi. Sewaktu masa SMA, Ferdian sering membantu usaha katering ibunya. Terkadang membantu menata makanan, membantu memasak atau meracik bumbu, sampai membantu proses pengantaran makanan.

Ferdian sering menyarankan ibunya untuk mengekspansi bisnisnya, yaitu dengan cara membuka sebuah restoran. Namun, ide itu tak mewujud hingga kini sebab ibunya telah tiada sebelum dapat mewujudkannya. Pascakematian ibunya, Ferdian bertekad untuk mendirikan restoran dengan bermodalkan bumbu resep warisan ibunya sebagai kunci penarik pengunjung.

Alih-alih mendirikan restoran, ia mendirikan warung makan sekelas warung Indomie dalam rangka ladang latihannya. Ia merekrut dua kawan lamanya semasa SMA. Damar, dipilih oleh Ferdian karena kemahirannya memasak air dan Indomie. Fadhlan, kemampuan matematikanya membuatnya terpilih.

Jadilah, mereka bertiga mendirikan warung Indomie. Lika-liku usaha pun mereka pikul bersama. Dari kisah pencurian bahan makanan, terbakarnya sebagian warung, hingga konflik antarmereka bertiga.

Semua pengalaman jatuh bangun itu mengantarkan Ferdian menjadi satu-satunya pendiri yang tersisa di warung Indomienya. Ia pun menutup warungnya lalu banting setir ke profesi lain. Profesi yang diakuisisnya adalah pengulas makanan. Ferdian membangun kanal YouTube-nya dari nol pelanggan hingga kini menjadi jutaan pelanggan dengan penghasilan ratusan juta rupiah.

Sayangnya, suatu hari ia ditemukan tewas di apartemennya, tiga belas jam setelah video terakhirnya diunggah. Damar dan Fadhlan yang peduli akan nasib teman lamanya pun mencoba mengusut kasus ini.

“Restoran ayam ini tersangkanya,” ujar Damar mantap.

“Betul,” ujar Fadhlan setelah menghitung secara matematis.

Pemilik restoran ayam pun dijebloskan ke dalam penjara

Posting Komentar