Radio

Mungkin pendengar radio di masa kini sudah tak sebanyak dulu. Lagu kini sudah bisa didengar secara cepat dan mudah melalui internet. Radio sebagai sumber berita pun kalah dengan kanal-kanal berita internet yang berarus cepat. Radio kini dihadapkan oleh kondisi hidup segan mati tak mau.

Radio pernah jaya pada masanya. Banyak orang berkirim pesan atau sekadar titip salam kepada teman, gebetan, atau keluarganya. Ada pula yang request lagu-lagu favoritnya. Ada kebahagiaan tersendiri tatkala semua itu dipenuhi oleh sang penyiar. Mengapa? Karena saingannya banyak. Kalau sekarang, cepat sekali permintaan itu dikabulkan.

Saya takjub dengan drama radio atau iklan radio yang mengandalkan suara sebagai medianya. Tentu itu sama seperti halnya membaca buku, imajinasi memainkan peran yang amat penting.

Akhir-akhir ini saya juga tertarik mengenai pekerjaan sebagai penyiar radio. Betapa luwesnya mereka dalam berbicara. Mereka memiliki kemampuan berbicara di depan umum yang mumpuni. Oleh karena itu, tak heran penyiar radio biasa berprofesi pula sebagai MC di acara-acara.

Akan tetapi, satu hal yang saya tahu. Rasa lagu favorit saya yang diputarkan di radio amat berbeda dengan yang saya putarkan sendiri melalui internet. Ya, terkadang teknologi before present selalu memiliki sensasi tersendiri.

Posting Komentar