Terjaga dalam Sunyi

Dini hari ia tiba-tiba saja terbangun. Matanya terbuka lebar dalam sebuah kamar tanpa cahaya. Berkawan sunyi, kepalanya dipenuhi pikiran buas yang begitu mengganggu. Semuanya tak berjalan sebagaimana mestinya. Rencana-rencana yang ia bangun tak terkonstruksi dengan mulus. Ah, beginikah hidup? Begitu pikirnya. Setetes tangisnya jatuh dalam kelamnya malam bersama pendar rembulan. Dia berusaha menguatkan diri untuk menjalani kehidupan yang penuh warna. Kata orang, hidup itu seperti roda, kadang di atas, kadang juga di bawah. Semua didesain agar petualangan di bumi tak terasa menjenuhkan. Dari pahit manisnya hidup itu, berkas-berkas hikmah dapat dipetik. Mereka yang tak kenal henti belajar akan menjadi lebih kuat dengan tantangan-tantangan yang dihadapi. Bisa dikatakan bahwa mereka yang nyaman-nyaman saja mungkin tidak sedang bertumbuh.

Pada akhirnya, dia akan berdiri di atas kakinya sendiri. Karena hidup tak bisa selamanya bergantung dengan orang lain. Ekspektasi dan kemelekatan akan melahirkan rasa kekecewaan tak berujung hingga menimbulkan kesedihan mendalam. Hey, tidurlah kembali agar jiwamu tenang. Berharap secara utuh pada Yang Mahakuasa. Semoga engkau segera dikuatkan untuk mengarungi derasnya arus kehidupan yang begitu menjegal esok pagi.

Posting Komentar