Jalan Berlainan

Tulisan ini saya turunkan berawal dari kegelisahan yang makin menggebu di hati. Kala saya masih duduk di bangku sekolah, Ayah saya membuat semacam kendaraan tak lazim untuk menemani saya berangkat menimba ilmu. Tentu ada yang melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang berbeda sehingga takjub terheran-heran. Namun, ada pula yang menganggapnya sebagai sebuah kesalahan yang mesti ditebus dan dihentikan. Memang begitulah hidup, tak semua orang bisa menyukai sesuatu dan tidak seluruh orang membencinya. Tiap benda akan menemui sekelompok orang sesuai seleranya masing-masing. Selain itu, dalam beberapa kesempatan pula ketika saya diberi tugas oleh guru, saya mencoba menabrak ketentuan yang diberikan dan melakukan terobosan baru sehingga tugas yang saya garap memiliki susunan berbeda dari yang lain, tetapi tetap memiliki esensi yang sama pada hakikatnya. Lagi-lagi, tugas itu kurang bahkan tidak diapresiasi yang mengantarkan saya pada sebuah kesimpulan untuk menyerah dalam berinovasi dan mengikuti arus yang dicipta saja pada orang-orang tertentu.

Dunia yang kita singgahi ini sebenarnya memiliki banyak karya yang bagus dan berkualitas. Akan tetapi, saya rasa hanya segelintir saja yang berani mengambil jalan berlainan dengan sudut pandang yang berbeda. Mereka terlalu nyaman dalam lingkarannya sehingga menganggap segala yang mereka kerjakan di dalam zonanya adalah sesuatu yang benar dan bagus sehingga menjadi pakem bagi dirinya. Sayangnya, rutinitas ini akan mengantarkan mereka pada kondisi yang monoton karena karya yang mereka telurkan akan bersifat itu-itu saja sebab berakar dari lingkaran yang sama. Dengan alasan tersebut, sesekali keluar dari lingkaran nyaman merupakan hal yang perlu dilakukan supaya ragam perspektif lain dapat dieksplorasi lebih jauh.

Jadi, sebenarnya tak perlu takut jika kita mengambil jalan yang berbeda dalam berkarya. Memang, itu akan tampak aneh karena dianggap tak biasa bagi orang-orang. Itu merupakan hal yang lumrah karena hal yang berbeda biasanya akan menjadi pusat perhatian bagi manusia. Misalnya, ada yang salah seragam ketika upacara hari Senin. Tentu akan banyak yang memandangnya karena perbedaan yang amat menonjol. Terlebih, kisah-kisah ilmuwan terdahulu yang kerap ditertawakan dan dicemooh karena menawarkan hal baru yang tak ada pada zamannya yang kelak akan menjadi benda yang amat penting bagi manusia masa modern. Terkadang, inovasi dan kreativitas dianggap salah bagi orang yang berpikiran kurang terbuka. Padahal mereka adalah kunci kemajuan zaman. Mereka adalah cara manusia beradaptasi untuk menjawab persoalan hidup yang dari waktu ke waktu semakin rumit. Selamat bereksperimen!


"Sedikit lebih beda lebih baik daripada sedikit lebih baik." (Pandji Pragiwaksono)

Posting Komentar