Alkisah, ada seorang manusia yang memiliki impian menjadi penulis tersohor dunia. Saban hari, otaknya dipenuhi oleh khayalan bahwa suatu saat nanti ribuan artikel hebatnya akan memberinya kehidupan atau buku bintang limanya akan mencatutkan namanya dalam daftar orang populer dunia. Akan tetapi, semuanya berbanding terbalik dengan realita yang ada. Ia bahkan tak pernah menulis, barang sehuruf pun. Bak minuman segar dalam gelas, mimpinya akhirnya hanya berputar-putar di dalam benak lantas mengendap perlahan untuk selanjutnya diputar lagi olehnya di masa mendatang. Akhirnya, ajal pun menjemput dirinya dan memaksanya untuk berhenti berkhayal.
Begitulah kehidupan yang penuh dengan misteri. Kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya karena semua adalah rahasia-Nya dan skenario-Nya. Hanya ikhtiar dan berdoa yang dapat kita jalankan untuk menempuh naik turun kehidupan. Terlebih lagi, kita sering dihadapkan oleh ragam peristiwa yang memaksa kita untuk mengambil keputusan penting. Keputusan itu kelak akan membawa kita pada sebuah tujuan seiring waktu yang terus berputar.
Ketika mimpi muncul dalam kepala, sudah seharusnya itu tak dibiarkan berlama-lama dalam pikiran. Jika mimpi itu berada di langit, buatlah tangga menuju ke sana. Tak perlu menunggu untuk membuat sebuah tangga yang bagus dari material terbaik sekali jadi. Bahkan, sebuah anak tangga pertama yang terbuat dari material yang biasa saja sudah lebih dari cukup dalam proses menghadirkan tangga menuju mimpi. Dari pembuatan sebuah anak tangga itu, pengalaman pun akan menyatu dalam diri kita. Setelah pengetahuan dan pengalaman tercukupi, ganti material anak tangga tersebut menjadi lebih baik dan buat anak tangga kedua. Lama kelamaan tanpa terasa, tangga beserta anak-anaknya dengan material kualitas terbaik sudah dapat kita naiki untuk sampai pada mimpi yang tergantung di langit. Memang sulit karena butuh banyak waktu, tetapi begitulah proses. Proses akan menghadirkan semacam kepuasan pada diri ketika kita menggapai tujuan. Analoginya, permainan dengan kode curang hanya akan membuat kita bahagia secara instan dan sementara. Berbeda dengan permainan yang dimainkan dengan jujur, itu akan mengakibatkan rasa bangga dalam hati karena proses yang dilalui penuh dengan perjuangan.
Oleh karena itu, beranilah untuk memulai! Gali mimpi-mimpi yang ingin dituju, kemudian tetapkan dengan hati mantap dan pikiran sehat tanpa peduli seberapa jauh mimpimu. Saya pernah membaca tulisan di internet, di situ tertulis bahwa jika mimpimu tak ditertawakan orang-orang berarti mimpimu belum cukup besar. Selain itu, jangan mimpi hanya sekadar mimpi. Rencakanan jalan menuju mimpi itu dan jangan biarkan rencana hanya menjadi wacana yang dibicarakan terus menerus tanpa ada eksekusi yang matang. Di sinilah letak perbedaan calon orang yang yakin dan tidak terhadap mimpinya. Mereka yang yakin akan mengeksekusi rencananya, bagaimana pun hasilnya. Toh, baru pertama kali. Tidak ada yang sempurna dalam percobaan pertama, semua pada awalnya jelek dan terkadang juga gagal karena memulai dari nol. Itu sudah lumrah dan semua kegagalan nantinya akan diperbaiki pada langkah selanjutnya. Kalau tidak percaya, silakan lihat karya awal orang-orang terkenal, pasti belum sehebat sekarang. Sementara itu, mereka yang tidak yakin akan mimpinya memiliki segudang alasan untuk menunda rencananya, seperti menunggu momen yang tepat dan semacamnya. Lantas, kalau tidak sekarang kapan lagi? Terkait hal ini, saya juga pernah melihat kutipan di internet yang mengatakan bahwa ada dua waktu terbaik untuk menanam pohon, yakni dua puluh tahun yang lalu dan sekarang.
"Semua permulaan itu sulit. Setelah mengambil langkah pertama, semuanya menjadi mudah." (Oh Ji-wang dalam It's Okay to be Not Okay)
Jadi, mulai saja dulu. Memang seperti menakutkan, tetapi apa salahnya mencoba? Setidaknya kita menyesal pernah mencoba daripada menyesal tidak pernah mencoba.

.png)

Posting Komentar